Windows 10

#Windows10

Hari ini akhirnya selesai juga saya download Windows10 untuk laptop saya. Tidak seperti biasanya yang sudah terinstall sistem operasi (OS, Operating System) di dalamnyan, upgrade Windows 10 ini saya lakukan dan tungguin sendiri. Maklum, ini langkah besar Microsoft yang sungguh tidak biasa.

Dari sisi antarmuka pengguna (User Interface), Windows 10 memang berbeda. Lebih nyaman, dengan berbagai keunggulannya. Saya tidak akan membahas banyak tentang fitur-fiturnya yang memang menawan, saya ingin membahasnya dari strategi besar Microsoft: GRATIS unduh. Ya, baru kali ini saya terkaget-kaget, Microsoft menggratiskan OSnya. Dulu, mungkin hanya sebuah dongeng yang tidak mungkin terjadi.

Perkembangan dunia teknologi memang begitu pesat. Puluhan tahun Microsoft menikmati kedigdayaan dengan sistem operasi Windows yang sangat terkenal. Menjadi salah satu brand paling mahal di dunia, karena bayangkan, hanya bermodal satu CD, bisa menghasilkan 2-4 juta Rupiah hanya untuk Windows saja.

Lalu dunia berubah cepat, manusia mencari yang sederhana dan canggih. Dari laptop, terbitlah tablet dan smartphone dengan perkembangan yang luar biasa cepat. Lalu Google bergerak cepat, menciptakan medan kompetisi baru yang sebelumnya tidak diperkirakan Microsoft akan sebesar sekarang; Android.

Android mengubah landscape persaingan. Samsung melihat juga kesempatan ke depan. Menggandeng Android, dua perusahaan ini saling bersinergi dan maju bersama secara cepat. Perusahaan gadget lain tidak mau kalah, mereka juga menggunakan Android yang semakin lama semakin besar penggunanya. Akhirnya sekarang, Android bertengger di nomer 1.

Microsoft kelabakan. Mereka menggebrak dengan meluncurkan Windows 8 untuk tablet dan Smartphone.Tapi mereka terlambat. Usaha mengakuisisi Nokia yang hanya untuk mempertahankan OS Windows di Smartphone juga tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Android nyata-nyata telah menciptakan “rule of the game” baru dari sebuah persaingan: OSnya gratis, mereka hanya mengambil bayaran dari instalasi awal OS tersebut oleh vendor.

Sadar bahwa mereka melihat bahwa masa depan OS ada di Smartphone, mereka membuat strategi baru yang spektakuler: menggratiskan Windows 10 yang diklaim bisa berjalan di PC, Laptop, Tablet, dan Smartphone. Bagi saya, ini sebuah perubahan besar. Bagaimana mungkin mereka melepas Rp 2-4 juta rupiah dari setiap lisensi OS yang dibeli pada setiap PC, Tablet, dan Smartphone? Nyata-nyata ini pertaruhan besar bagi Microsoft, terutama di industri Smartphone.

Microsoft berharap, dengan menggratiskan Windows 10 mereka akan segera mendapatkan pengguna dalam jumlah yang besar sehingga menarik bagi konsumen, developer, dan juga vendor handset untuk menggunakan sistem operasi mereka. Langkah ini tentu tidak mudah, dan pengalaman Microsoft dalam bertarung dengan berbagai vendor besar akan diuji.

Kunci Sukses Microsoft akan tergantung pada:

Pertama, sejauh mana para pengguna merespons terhadap program unduhan gratis ini. Semakin banyak pengguna yang mengunduh, semakin cepat Microsoft melanjutkan strategi berikutnya. Jumlah pengguna menjadi faktor penentu. Dalam Windows 10 ini Microsoft memang menawarkan banyak sekali kemudahan, tinggal bagaimana pengguna bisa beradaptasi dengan cepat. Bagi saya, fitur paling penting itu sinkronisasi semua gadget, mulai dari PC, tablet, dan Smartphone. Email, Kalender, Contact, bisa menjadi satu sehingga tidak sulit saat bekerja di kantor, di rumah, maupun di perjalanan.

Kedua, sejauh mana para vendor tertarik menggunakan sistem operasi (OS) Windows 10. Microsoft punya basis pelanggan Nokia, tetapi rasanya tidak cukup. Microsoft harus mampu menggandeng pabrikan besar seperti Samsung agar mereka mau menggunakan Windows.

Persaingan ini semakin panjang. Perubahan semakin cepat, jika tidak mengantisipasinya maka akan segera tersalip oleh kompetitor. Microsoft belajar banyak dari Sony dengan produk yang sangat digdaya saat itu, Walkman, harus tergusur dengan tragis oleh MP3 Player yang dipelopori Apple.

Kita tunggu, apakah Windows 10 mampu mengangkat kembali “marwah” Microsoft di dunia software, khususnya Smartphone?

Salam,

Akbar Zainudin

 

Kelok Sukses Man Jadda Wajada #44. The Law of Enjoying Success

SUKSES ITU MAN JADDA WAJADA
Jika diibaratkan dengan lomba lari, hidup ini bukan seperti lari jarak dekat yang dalam 10-20 detik selesai. Hidup lebih seperti maraton yang membutuhkan nafas panjang. Perjalanan panjang itu tidak bisa kita lewati keterampilan, pengetahuan, dan sikap mental yang kuat karena kita tahu, persaingan di masa depan semakin tinggi. Kita punya impian dan target yang akan kita raih. Kita juga punya rencana yang akan kita lakukan untuk mencapai impian tersebut. Selebihnya adalah komitmen untuk bekerja jauh lebih keras dibandingkan sebelumnya. Perjalanan panjang ini tentu akan melewati banyak tantangan dan rintangan. Jatuh, bangun, terpuruk tidak akan menjadikan kita berputus asa. Saatnya bangkit, move on, untuk kemudian bisa sukses lebih tinggi. Sambil terus berdoa agar Tuhan Yang Maha Kuasa memberi jalan menuju kesuksesan kita. Salam Man Jadda Wajada!

Kelok Sukses Man Jadda Wajada #43. Pasti Bisa

JALAN SUKSES MEMANG BERLIKU, TETAPI KITA SELALU BISA MELEWATINYA.
Jalan memang berliku, tetapi percayalah, bahwa kita selalu bisa melewatinya. Tidak selalu lurus, bahkan seringkali berkelak-kelok, puluhan kelok seperti perjalanan menuju Danau Maninjau Sumatera Barat. Setidaknya ada 44 jalan berkelok yang sempit, tidak muat dua mobil jika langsung beriringan (karenanya mesti saling menunggu), kelokannya seringkali tajam, dengan kanan kirinya beberapa terdapat jurang. Tetapi apakah kita takut lalu menyerah dengan tantangan semacam itu? Tentu tidak, karena kita tahu, di balik semua tantangan itu kita akan menemukan keindahan alam tiada tara di Danau Maninjau. Kita punya impian, kita punya masa depan. Jalan menuju impian memang berliku, tetapi kita selalu yakin bahwa kita bisa melewatinya. Itulah kita.