AKADEMI SAHUR INDONESIA; AKSI INDOSIAR; KEL. 3 MAKIN SERU

AKADEMI SAHUR INDONESIA

(AKSI INDOSIAR)

PENAMPILAN SERU KELOMPOK III (AS-SAMA)

Penulis bersama Peserta AKSI INDOSIAR Kelompok III: Syifa, Amin, Mukmin, Anas, Penulis, Zaky, Syukron, Rifa, Dewi

Penulis bersama Peserta AKSI INDOSIAR Kelompok III: Syifa, Amin, Mukmin, Anas, Penulis, Zaky, Syukron, Rifa, Dewi

Akademi Sahur Indonesia, biasa disingkat AKSI, atau orang sering menyebutnya AKSI INDOSIAR memasuki babak baru yang meinggu ini menampilkan kelompok III yang disebut sebagai kelompok As-Sama (langit). Kelompok III ini menampilkan Ustadz dan Ustadzah dari kalangan yang lebih beragam. Mereka, seperti kelompok sebelumnya, terdiri dari delapan orang dari berbagai daerah seluruh Indonesia. Setiap hari, akan tampil mulai dari delapan orang, dieliminasi satu persatu hingga tersisa dua orang menuju babak delapan besar.

Sebagai update, dari kelompok sebelumnya yang sudah lolos untuk babak delapan besar adalah: ROHMATULLOH dengan gaya ngapaknya dari Cilacap dan SAPARUDDIN dengan gaya mirip Ustadz Maulana dari Makassar, keduanya dari kelompok I. Sedangkan dari kelompok II, terpilih DANI dari Bekasi yang memang mirip Ahmad Dhani pentolan Dewa dan LAILI dari Lampung, yang oleh Ustadz Al-Habsyi disebut sebagai “The Raising Star”, Ustadzah masa depan dengan gaya yang cukup khas.

Seperti biasa, saya mengisi pembekalan selama mereka dikarantina untuk materi Motivasi dan Public Speaking. Kelompok III ini rata-rata masih muda, mereka kebanyakan masih menjadi santri ataupun baru lulus setingkat SMA. Dari sisi pengalaman, selama ini mereka lebih banyak berlatih pidato di pesantren. Hanya sebagian yang sudah berpengalaman ceramah di masyarakat.

Para peserta untuk kelompok ini adalah RIFA dari Bandung, SYIFA dari Bogor, ANAS dari Lampung, SYUKRON dan AMIN dari DEMAK, MUSLIM dari Sukabumi, DEWI dari Nusa Tenggara Barat, dan ZAKY dari KEDIRI . Yuk, kita bahas mereka satu per satu secara umum.

RIFA ini baru lulus dari SMA Muthohhari Bandung. Kemampuannya sangat unik: berdakwah, bernyanyi, dan juga bermain musik. Kombinasi yang menarik ini kelihatannya sangat penting untuk bekal dakwah yang lebih menghibur. RIFA punya potensi untuk masuk ke berbagai kalangan, mulai dari kalangan anak-anak, anak muda hingga kalangan dewasa. Kemampuannya bermain musik dan bernyanyi akan menjadikan ceramahnya tidak monoton dan menghibur. Tentu saja, kemampuannya membaca Al-Qur’an yang sangat baik menjadi bekal utama dakwahnya.

SYIFA dari Bogor mewarisi kelompok Urang Sunda. SYIFA bisa juga menyanyi. Kelebihan utamanya adalah bacaan Qur’annya yang baik sehingga membuat ceramahnya enak untuk didengar. Idolanya adalah Ust. Subkhi yang tidak hanya berasal dari Bogor, tetapi juga memang gaya ceramahnya yang nyantai tapi berisi. SYIFA memang gaya bicaranya nyantai, tidak meledak-ledak.

ANAS dari Lampung. Anak muda berumur 17 tahun ini tampil penuh semangat, sebagaimana LAILI dari kelompok II yang juga dari Lampung. Model ceramahnya juga mirip denga LAILI, mungkin karena mereka memang dibina dalam satu model pembinaan yang kurang lebih sama. Bacaan Qur’annya juga bagus, materinya enak didengar, percaya dirinya tinggi sehingga punya potensi yang besar untuk maju ke depan.

SYUKRON dari Demak. Ini orang Jawa tulen. Karakternya karakter Jawa. Berasal dari Pesantren Hafal Qur’an menjadikan bacaan Qur’annya baik karena menguasai hafalan Qur’an. Nah, menariknya SYUKRON ini menjadi peserta berdua adiknya AMIN yang juga nyantri di Pesantren Sirojul Ulum Pare. Kedua kakak beradik ini membawa gaya Jawa, dengan lagu-lagu dan model pemahaman dan pengartian Al-Qur’an ala pesantren salaf di Jawa. Selain bacaan Qur’an yang bagus, mereka berdua juga belajar di Kampung Inggris Pare, karena pesantren mereka terletak di Pare. Jadi, bahasa Inggris mereka juga cukup baik.

DEWI dari Nusa Tenggara Barat. DEWI ini di antara peserta lain adalah peserta yang paling berpengalaman dalam memberikan ceramah, karena mempunyai majlis ta’lim di rumahnya di Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kelebihan utama DEWI adalah story telling yang sangat menggugah. Ceramahnya bisa membuat emosi penonton ikut terbawa, bisa menangis, bisa juga tertawa. Tinggal bagaimana mengatur waktu agar bisa pas dengan yang sudah disediakan.

MUSLIM dari Sukabumi. Nah, inilah penceramah yang menguasai gaya model ceramah Sunda. Kalau pernah melihat dalang Cepot, model ceramahnya kira-kira begitu; ada lucunya, ada humornya, tetapi tetap serius. Sarjana UIN Bandung ini tampil ala Ustadz dari bumi Parahyangan yang kaya budaya yang menarik.

ZAKY dari Kediri. Zaky dikaruniai wajah yang keren dan kemampuan dakwah yang cukup lengkap. Baca Qur’an yang baik, menyanyi, dan juga melawak. Sekilas, kemunculan Zaky dengan nama lengkap Zaky Mubarok mengingatkan pada dai kondang Zaenuddin MZ. Beberapa gayanya memang sangat mirip. Zaky, walaupun sampai sekarang masih di Pesantren, terlihat cukup berpengalaman dan sangat baik membawakan ceramah.

Bakat-bakat itu jika dicari, memang bertebaran di bumi Nusantara ini. Dan sebagai sebuah kompetisi, tentu setiap hari harus ada yang tereliminasi. Bukan berarti yang tereliminasi itu jelek, tetapi memang dukungan SMS yang menentukan apakah seorang bertahan atau harus pulang. Yang jelas, AKSI menjadi alternatif tontonan sahur yang menarik dan menghibur. Bagaimana menurut Anda?

Salam Man Jadda Wajada, BISA

Ngobrol di TWITTER @akbarzainudin

UPDATE HARI INI

Tereliminasi hari pertama: SYIFA. Oleh Mamah Dedeh, sebenarnya bacaan Qur’an SYIFA dinilai sangat baik. Tetapi memang, sms menentukan SYIFA ada di posisi paling bawah sehingga mesti masuk Zona Wassalam dan harus pulang.

Tereliminasi hari kedua: SYUKRON. Oleh para juri, Syukron sebenarnya sudah dianggap lebih baik dari ceramah hari pertama kemarin. Kemarin kelihatan tegang, sekarang ini jauh lebih rileks. Status SMS terakhir bekerjakan dengan RIFA dari Bandung. Tetapi akhirnya, SYUKRON yang harus pulang, kalah tipis. AMIN sang adikpun ngga kuasa menahan tangis. Tapi itulah kompetisi, memang ada yang harus pulang setiap hari.

Hari ini, DEWI asal NTB akhirnya tereliminasi. DEWI sebenarnya salah satu penceramah yang bisa mengaduk-aduk emosi penonton. Tetapi memang, namanya kompetisi, selalu harus ada yang pulang. Mudah-mudahan, cita-cita DEWI menjadi anggota DPR bisa kesampaian. InsyaAllah berkah.

Hari ini, ANAS dari LAMPUNG yang keluar tereliminasi. Secara umum, Anas punya potensi besar dengan tingkat kepercayaan diri cukup tinggi. Namun demikian, gaya khasnya belum muncul. Saya yakin, ini hanya masalah waktu kalau ANAS secara serius mengembangkan diri lebih baik lagi. Semoga ANAS tidak berhenti belajar, karena perjalanan hidupnya masih panjang.

Hari ini, MUSLIM dari SUKABUMI harus pulang. Satu lagi karakter Sunda yang mesti keluar. Dari sekian peserta, karakter Sunda dari seorang MUSLIM sebenarnya yang paling menonjol. Namun, kali ini nampaknya basis pendukung MUSLIM masih kalah dibandingkan dengan yang lain, hingga harus keluar hari ini. Tetap semangat, Muslim. Dakwah tidak hanya dari panggung AKSI.

Menyisakan tiga besar, yang pulang dari kelompok ini adalah AMIN. Akhirnya, yang melaju ke babak delapan besar adalah RIFA dan ZAKY

Leave a Reply