AKADEMI SAHUR INDONESIA, AKSI INDOSIAR

AKSI Kelompok 4

Peserta AKSI, Akademi Sahur Indonesia Indosiar Kelompok 4: Muhtadin, Pele, Hilman, Ulfah, Penulis, Nurul, Andi, Ismail, dan Yasyfi

Peserta AKSI, Akademi Sahur Indonesia Indosiar Kelompok 4: Muhtadin, Pele, Hilman, Ulfah, Penulis, Nurul, Andi, Ismail, dan Yasyfi

Akademi Sahur Indonesia, AKSI Indosiar adalah tontonan yang memberikan warna berbeda saat sahur. Saat hampir semua stasiun televisi berlomba-lomba memberikan acara lawakan, Indosiar memberi alternatif acara yang mendidik tetapi tetap menghibur. AKSI adalah acara pencarian bakat para ustaz dan ustazah, terutama yang lahir dari kalangan muda. Tontonan ini pada akhirnya menghadirkan nuansa saling ber-taushiah. Dan yang menghibur, tentu saja kemasan acaranya di mana proses eliminasi berlangsung dan ditentukan oleh SMS pemirsa. Dipandu oleh Trio MC kocak Abdel, Rina, dan TyaAriesta, ditambah juri-juri yang punya pengetahuan agama dan keterampilan ceramah mendalam tetapi tetap menghibur; Ust. Subkhi, Mamah Dedeh, Ust. Al-Habsyi, dan Ust. Wijayanto, jadilah acara ini tampil dalam suasana dakwah yang menghibur.

Para finalis terdiri dari 32 orang, dibagi menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok dieliminasi 1 orang setiap hari dan menyisakan 2 orang yang akan melaju ke babak 8 besar. Dari kelompok sebelumnya, yang masuk delapan besar adalah: ROHMATULLAH dari CILACAP dan SAPARUDDIN dari MAKASSAR mewakili kelompok 1, LAILI dari LAMPUNG dan DANI dari BEKASI yang mewakili kelompok 2, dan RIFA dari BANDUNG serta ZAKY dari KEDIRI mewakili kelompok 3. Siapa yang mewakili kelompok 4? Saat ini sedang berlangsung prosesnya.

Akademi Sahur Indonesia, AKSI yang ditayangkan stasiun televisi Indosiar telah memasuki kelompok 4, kloter 4, yang diberi nama Al-Mau. Kelompok ini lebih beragam, dengan pengalaman yang juga beragam. Kelompok ini juga penuh warna-warni menarik, sebagaimana juga pada kelompok sebelumnya. Berikut adalah profil singkat dari para peserta.

MUHTADIN dari YOGYAKARTA. Dari seluruh 32 finalis AKSI, MUHTADIN yang sebenarnya unik, karena dia adalah PENDONGENG ANAK. Kehidupan kesehariannya memang mendongeng. Jadi, ceramahnya memang penuh dengan cerita-cerita dan kisah-kisah menarik. Kalau buat anak-anak, ceramah MUHTADIN terasa pas. Sayangnya, sms pemirsa tidak mendukung. MUHTADIN menjadi orang pertama yang tereliminasi dari grup ini.

NURUL dari BANDUNG. Mahasiswi semester 2 Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Dulu, saat kecil pernah di”sembur” untuk menjadi Ustazah oleh salah seorang penceramah saat dibawa neneknya di majelis taklim. Kemampuan yang paling menarik adalah bacaan Qur’annya yang sangat bagus. Sayang, Nurul harus tereliminasi di hari kedua.

HILMAN dari BOGOR. Mahasiswa Pascasarjana STEI Tazkiah Bogor ini adalah pegawai salah satu Bank Syariah di Bogor. Menikah dalam usia muda dan sekarang ini aktif menjadi MC di berbagai acara. Kemampuannya mengelola audiens sangat teruji, dengan kemampuan berceramah yang baik. HILMAN juga pandai menyanyi. Ceramahnya menghibur. Tinggal memilih tema-tema yang lebih tepat dan lebih sederhana, sehingga bisa diterima oleh berbagai kalangan.

ISMAIL dari BOGOR. Ismail adalah tipe penceramah dengan semangat berapi-api. Anak muda ini gayanya adalah selalu mempunya intonasi yang tinggi. Penguasaan bacaan Al-Quran dan Hadis sangat baik. Ditambah kemampuan berpantun, ISMAIL merupakan tipe penceramah secara umum yang cukup menarik.

Peserta AKSI sedang mengikuti Mentoring

Peserta AKSI sedang mengikuti Mentoring

ANDI dari MAKASSAR. Berbeda dengan peserta sebelumnya, SAPARUDDIN yang juga dari Makassar, ANDI adalah penceramah yang datang dengan jam terbang ceramah lumayan tinggi. Pembawaannya penuh percaya diri dengan intonasi dan gaya ceramah yang menarik. Penguasaan terhadap dalil Qur’an dan Hadis juga baik. ANDI salah satu yang paling matang dari kelompok ini.

YASYFI dari GARUT. Alumni Pesantren Darussalam GARUT ini sekarang sedang meneruskan program sarjana di Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Pondok Modern Gontor Ponorogo. Kelebihan utama dari YASYFI adalah kemampuannya berbahasa Arab dan Inggris yang baik. Ditambah dengan kemampuan berpidato dan berceramah yang tumbuh di lingkungan pesantren, YASYFI menuai dukungan yang cukup banyak dalam penampilannya selama ini.

ULFAH, dari JAKARTA. Mahasiswi Pascasarjana Universitas Jayabaya punya pengalaman cukup menarik. Pernah bikin grup vokal religi dengan Pipik (istri Alm. UJE), dan aktif di kegiatan kampus, terutama saat menyelesaikan S1 di Universitas Tarumanegara. Aktif berdakwah, dan menjadi MC di berbagai kegiatan. Daya tariknya selain parasnya yang menarik, adalah gayanya yang komunikatif. ULFAH mampu menyihir para pendengar untuk tetap mendengarkan ceramahnya dengan dialog yang mengalir. Ditambah kemampuannya berpantun, ULFAH memberi warna tersendiri bagi kelompok 4.

PELE dari WAMENA. Inilah warna yang paling berbeda di kelompok 4. PELE adalah orang khas Papua, dengan semua gaya dan ciri khasnya. Tapi PELE adalah DAI GOKIL. Justru dengan sifat dan ciri khasnya yang ceplas-ceplos, ceramahnya selalu penuh dengan kegembiraan. PELE membawa kegembiraan tersendiri, karena sebelum bicarapun orang sudah tertawa melihatnya. Umurnya baru 13 tahun, masih SMP di Pesantren Darut-Tauhid pimpinan Aa Gym di Bandung. Semangatnya memang luar biasa, dari WAMENA ke Bandung untuk mencari ilmu.

Nah, siapa yang tereliminasi selanjutnya? SMS Anda yang akan menentukan. Saya insya Allah akan mengupdate setiap hari siapa yang tereliminasi hari ini.

Salam Man Jadda Wajada.

Ngobrol di Twitter @akbarzainudin

UPDATE

Hari ini eliminasi dilakukan untuk 2 orang. YASYFI akhirnya tereliminasi. Beberapa penampilan terakhir, YASYFI memang terlihat kurang fit dan kurang mempunyai gaya sendiri. Yang mengejutkan sebenarnya tereliminasinya ANDI dari Makassar. Sejak awal penampilan, ANDI tampil dengan penuh semangat. Namun memang, gaya yang ditampilkan sangat mirip dengan Ust. Al-Habsyi. Tidak salah memang, tetapi akan jauh lebih menarik kalau bisa menampilkan gayanya sendiri. Kelompok 4 ini akhirnya menyisakan 4 besar; HILMAN, ULFAH, ISMAIL, dan PELE.

Hari ini, HILMAN tereliminasi. HILMAN bagi saya sudah menampilkan yang terbaik yang dimiliki. Namun memang, basis pendukung dalam acara yang berbasis SMS sangat menentukan. Bersaing ketat dengan ISMAIL, akhirnya HILMAN yang mesti pulang. Tidak perlu berkecil hati, dengan modal kemampuan yang ada sekarang, hal itu lebih dari cukup untuk melesat jauh lebih tinggi.

Persaingan pagi ini sangat ketat. Ketiga finalis; PELE, ISMAIL, dan ULFAH mempunyai pendukung fanatik yang berlomba-lomba memberikan SMS. Pada akhirnya, SMS pemirsa yang menentukan. Dengan selisih SMS yang sangat ketat, pagi ini akhirnya ISMAIL harus pulang. Tersisa maju ke delapan besar AKADEMI SAHUR INDONESIA, AKSI INDOSIAR adalah PELE dan ULFAH.

Dengan demikian, yang akan maju ke babak delapan besar AKADEMI SAHUR INDONESIA, AKSI INDOSIAR adalah:

Kelompok I: SAPARUDDIN dari Makassar dan ROHMATULLOH dari Cilacap.

Kelompok II: DANI dari Bekasi dan LAILI dari Lampung

Kelompok III: ZAKY dari Kediri dan RIFA dari Bandung

Kelompok IV: ULFAH dari Jakarta dan PELE dari Wamena

 

4 thoughts on “AKADEMI SAHUR INDONESIA, AKSI INDOSIAR

  1. Pele aku rindu dengar Bataan alquranmu semoga msk capture rekaman q adalah org pertama yg daftar beli Telamon aslinya semua terkabul harapanq Amiiiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>