AKADEMI SAHUR INDONESIA Kelompok 2 Yang Semakin Seru

AKADEMI SAHUR INDONESIA:

KELOMPOK 2 YANG SEMAKIN SERU

Peserta Akademi Sahur Indonesia Kelompok 2: Adon, Ipul, Ira, Laili, Amei, Dani, Afif

Peserta Akademi Sahur Indonesia Kelompok 2: Adon, Ipul, Ira, Laili, Amei, Dani, Afif

Acara Akademi Sahur Indonesia (AKSI) yang ditayangkan stasiun televisi swasta Indosiar memasuki  giliran kelompok dua yang tampil. Acara menjelang sahur ini semakin seru, menjadi alternatif pilihan acara sahur yang “berbeda” dibandingkan dengan acara-acara menjelang sahur televisi lainnya. Seperti diketahui, beberapa tahun terakhir, acara-acara sahur banyak didominasi acara-acara lawakan, yang tentu saja lebih dominan sisi hiburannya. Pada awalnya, acara seperti ini memang menarik, tetapi seiring waktu dan dengan semakin banyaknya acara sejenis, menjadikan acara lawakan seakan tidak lagi punya ciri berbeda antara satu dengan yang lain.

Akademi Sahur Indonesia (AKSI) hadir menawarkan konsep yang berbeda: perpaduan dakwah, pencarian bakat, tetapi tetap menghibur. Lahir dari konsep pencarian bakat yang biasanya diperuntukkan bagi dunia hiburan, kali ini model sama, tetapi yang dicari adalah calon ustaz dan ustazah.

Kelompok pertama yang terdiri dari 8 orang telah menyisakan 2 orang yang akan masuk ke babak 8 besar, yaitu Saparuddin dari Makassar dan Rohmat dari Cilacap. Minggu kemarin saya memberikan satu materi pembekalan untuk peserta kelompok 2 yang tampil minggu ini. Seperti biasa, materi yang saya sampaikan menyangkut Motivasi dan Public Speaking; dua hal yang sangat penting agar bisa menyampaikan ceramah dengan baik.

Kelompok 2 adalah kelompok dengan peserta yang secara umum jauh lebih matang dibandingkan dengan kelompok pertama. Karena itulah, menurut para juri kelompok ini adalah kelompok dengan persaingan yang sangat ketat. Masing-masing peserta mempunyai ciri khas sendiri, dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Hingga pagi ini, 3 peserta yang tereliminasi terlebih dahuu, yaitu Ipul dengan karakter dalangnya, Afif dengan karakter khas Jawa Timurnya, dan Udin dengan karakter khas Bantennya. Sebenarnya Udin mempunyai potensi yang sangat kuat karena mampu berbahasa Arab dengan baik dan mampu membuat permainan kata dalam Bahasa Arab, suatu ciri khas yang belum ada sebelumnya. Namun sms pemirsa yang akhirnya menentukan Udin harus mudik.

Peserta lainnya memiliki ciri khas unik. Amei, peserta asal Palembang yang sekarang berdomisili di Bandung adalah peserta yang mirip sekali dengan Ustadz Jefri (UJE), dalam hampir semua gaya bicaranya. Kemampuannya bersholawat dan menyanyi juga mirip dengan gaya UJE. Tentu hal itu menjadi gaya tersendiri yang menarik perhatian pemirsa. Sayangnya, pagi ini Amei mesti mudik karena mendapatkan sms paling rendah.

Sementara Dani memang mirip dengan Ahmad Dhani, pentolan Dewa. Dari gaya berpakaian, gaya bicara, dan gaya bernyanyi juga mirip. Dani, yang sekarang menjadi pengajar di Pondok Pesantren At-Taqwa Ujung Harapan Bekasi selalu tampil dengan penuh percaya diri. Pengalamannya mengajar di pesantren dan juga berdakwah di masyarakat menjadikan Dani hampir selalu tampil dengan matang di setiap penampilannya.

Peserta lain adalah Adon yang penuh semangat. Karakter ceramahnya meledak-ledak, walaupun dalam pembicaraan sehari-hari, Adon adalah orang yang tenang, penuh tawadhu. Setiap penampilannya selalu menarik perhatian pemirsa dengan karakternya yang penuh semangat.

Kelompok 2 ini menyisakan dua ustazah yang sangat berbakat: Ira asal Bogor dan Laili asal Lampung. Ira adalah tipe peserta yang mampu membuat penonton terbahak. Sifat dan gaya bicaranya yang ceplas ceplos dalam logat Sunda yang kental membuat penampilannya selalu ditunggu pemirsa. Penampilan Ira tentu mengingatkan pada peserta sebelumnya, yaitu Rohmat, yang tampil dengan model hampir mirip, tetapi menggunakan bahasa jawa “ngapak” khas Cilacap.

Ira, sejak awal karantina memang sakit, mulai dari sakit tipes, maag, dan panas. Bahkan sempat dirawat di rumah sakit dan diberikan cairan infus. Mungkin karena terlalu tegang ataupun memang kondisi fisiknya yang sedang kurang fit, Ira hampir tidak bisa tampil ke panggung. Setelah memaksakan diri ke panggung, penampilan Ira memang tidak maksimal. Akhirnya, sms menentukan bahwa Ira yang harus pulang.

Sementara Laili, peserta asal Lampung ini hampir selalu menjadi favorit dari dewan juri. Penampilannya yang selalu meyakinkan, penghayatan yang baik terhadap materi, kedalaman materi, disertai pemahamannya terhadap berbagai dalil Qur’an dan Hadis menjadikannya sebagai salah satu kader Ustazah masa depan yang menjanjikan. Tidak heran, Ust. Al-Habsyi, salah seorang juri, mengatakan Laili adalah next “raising star”.

Kelompok ini menyisakan 3 orang pada akhirnya; Adon, Laili, dan Dani. Kita tunggu nanti malam siapa yang harus pulang……

Pertanyaannya kemudian, siapakah yang akan maju pada babak selanjutnya? SMS Anda, para pemirsa yang akan menentukan. Yuk, sila ditonton acara yang ditayangkan Indosiar setiap pkl 02.30-15.00 ini. Dipandu Abdel, Tya Ariesta dan Rina Nose menjadikan acara ini semakin menarik sebagai sebuah tontonan.

UPDATE:

Yang masuk final dari kelompok ini: Dani dari Bekasi dan Laili dari Lampung. Kedua peserta ini menemani kelompok pertama yang masuk delapan besar, yaitu Rohmatullah dari Cilacap dan Saparuddin dari Makassar.

Salam Man Jadda Wajada, Pasti BISA.

Ngobrol di Twitter @akbarzainudin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>